RSS

DEONTOLOGI

20 May
  1. PENGERTIAN DEONTOLOGI

©       Berasal dari bahasa Yunani : Deon berarti apa yang harus dilakukan (kewajiban).

©       DEONTOLOGI : Suatu sistem moral / etika yang mengukur baik tidaknya suatu perbuatan semata-mata berdasarkan maksud si pelaku dalam melakukan perbuatan tersebut.

©       Pencipta sistem moral ini adalah filsuf besar dari Jerman Immanuel Kant ( 1724 – 1804 )

  1. KONSEP-KONSEP DEONTOLOGI
    1. Sistem etika ini hanya menenkankan suatu perbuatan di dasarkan pada wajib tidaknya kita melakukan perbuatan itu.
    2. Yang disebut baik dalam arti sesungguhnya hanyalah kehendak yang baik, semua hal lain di sebut baik secara terbatas atau dengan syarat. Contohnya : kesehatan, kekayaan, intelegensia, adalah baik juka digunakan dengan baik oleh kehendak manusia. Tetapi jika digunakan oleh kehendak jahat, semua hal itu menajdi jahat sekali.
    3. Kehendak menjadi baik, jika bertindak karena kewajiban. Kalau perbuatan dilakukan dengan suatu maksud atau motif lain, perbuatan itu tidak bisa di sebut baik, walaupun perbuatan itu suatu kecendrungan atau watak baik.
    4. Perbuatan dilakukan berdasarkan kewajiban, bertindak sesuai dengan kewajiban si sebut legalitas. Dengan legalitas kita memenuhi norma hukum.
    5. Paham deontologi membagi kewajiban moral menjadi 2 yaitu :

Imperatif (perintah) kategoris (hukum moral)

$ Kewajiban moral yang mewajibkan begitu saja tanpa syarat.

$ Imperatif ini menjiwai semua peraturan etis. Contoh janji harus ditepati senang atau tidak, barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.

Imperalis hipotesis : kewajiban moral yang mengikutsertakan sebuah syarat.

N  Kalau kita ingin mencapai suatu tujuan, maka kita harus menghendaki sarana-sarana yang menuju ke tujuan itu.

N  Contoh : jika kita ingin lulus ujian, kita harus belajar dengan tekun tetapi sarana (belajar) itu hanya mewajibkan kita, sejauh kita ingin mencapai tujuan (lulus).

  1. Kalau norma moral dipahami sebagai imperative kategoris, maka dalam bertindak secara moral, kehendak dibagi menjadi 2 sifat, yaitu :

Bersifat otonom

­  Yang menentukan dirinya sendiri (memberikan hukum moral kepada dirinya sendiri)

­  Dalam tingkah laku moralnya, manusia tidak menaklukkan diri kepada yang lain, melainkan kepada hukumnya sendiri.

­  Otonomi kehendak berarti kebebasan manusia (manusia bebas karena mengikat dirinya sendiri dengan hukum moral).

­  Kehendak bebas dan kehendak yang menundukkan diri kepada hukum moral mempunyai arti yang sama.

Bersifat heteronom

­  Membiarkan diri ditentukan oleh faktor dari luar dirinya seperti kecendrungan atau emosi.

 

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: