RSS

fatofisiologi sistem pernafasan

20 May

MEKANISME PERNAPASAN

INSPIRASI

Udara bergerak masuk dan keluar paru karena adanya selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus akibat kerja mekanik otot-otot.

Selama inspirasi, volume thoraks bertambah besar karena diafragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot

Otot sternokleidomastoideus mengangkat sternum ke atas dan otot seratus, skalenus, dan interkostalis eksternus mengangkat iga-iga

Thoraks membesar ke tiga arah : anteroposterior, lateral dan vertical

Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intrapleura. Pada saat yang sama tekanan intrapulmonary / tekanan jalan napas menurun

Terjadilah inspirasi

EKSPIRASI

Selama pernapasan tenang, ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinsing dada dan paru.

Pada waktu otot interkostalis eksternus relaksasi, rangka iga turun dan lengkung diafragma naik ke atas rongga thoraks , menyebabkan volume thoraks berkurang.

Otot interkostalis internus dapat menekan iga ke bawah dan ke dalam

Otot-otot abdomen berkontraksi sehingga tekanan intraabdominal membesar dan menekan diafragma ke atas

Pengurangan volume thoraks ini meningkatkan tekanan intrapleura dan tekanan intrapulmonary

Terjadilah ekspirasi.

MEKANISME PEMBENTUKAN BILIRUBIN

Destruksi sel darah merah tua

Hemoglobin

Heme

Biliverin

Bilirubin tak terkonjugasi

Albumin + bilirubin tak terkonjugasi

Pengambilan oleh sel hati

Protein Y + bilirubin tak terkonjugasi

Bilirubin glukoronida + protein Z

Bilirubin terkonjugasi

 

 

Transport melalui membran sel ke dalam empedu melalui proses aktif

Bakteri usus mereduksi bilirubin terkonjugasi menjadi serangkaian senyawa yang disebut sterkobilin atau urobilinogen. Zat-zat ini menyebabkan feces berwarna coklat

 

 

Sekitar 10 – 20% urobilinogen mengalami siklus entero hepatic dan sejumlah kecil dieksresikan lewat urine

 

MEKANISME PEMBENTUKAN URINE

 

Darah mengalir ke glomerulus melalui arterior aferen

Kapsula bowman

Terjadi filtrasi

Air dan molekul yang kecil dibiarkan lewat sementara molekul yang besar akan tetap berada dalam darah

Masuk ke tubulus proksimal

Ansa henle

Tubulus distal

Tubulus koligentes

Disepanjang jalan yang dilaluinya , beberapa zat direabsorpsi kembali secara selektif dari tubulus (air, natrium,  glukosa, asam amino, protein, ion asetat dan vitamin ) dan kembali ke dalam darah melalui kapiler peritubulus

Zat-zat yang terdapat dalam kapiler peritubular seperti ion hydrogen, kalium, dan amonium, produk akhir metabolisme kreatinin dan asam hipurat serta obat-obat tertentu (penisilin) disekresikan ke dalam tubulus

Masuk ke pelvis ginjal untuk dijadikan urine.

MEKANISME KONTRAKSI JANTUNG

Sel autoritmik (peacemaker)

Nodus SA

Jalur internodus

Nodus AV

Impuls dari atrium mengalami perlambatan

Menyebabkan sinkronisasi kontraksi atrium

Berkas his menyebar dari nodus AV

Serabut purkinje

Permukaan endokardium jantung

Miokardium

Serabut otot ventrikel

Epikardium

Kontraksi ventrikel

MEKANISME KONTRAKSI OTOT

Impuls saraf menuju ujung persyarafan

(nerve ending)

Asetilkolin dilepaskan ke dalam celah diantara saraf dan otot (mioneural cleft)

Membran sel otot mengalami depolarisasi

Depolarisasi sampai pada tubulus T dan menimbulkan depolarisasi tubulus T

Calsium dilepaskan dari reticulum sarkoplasma menuju myofibril (filament tebal dan tipis)

Calsium berikatan dengan troponin “C” pada filament tipis

Troponin bergeser dan lepas dari bagian aktiv side pada aktin

Jembatan penyeberangan myosin berikatan dengan bagian aktiv dari aktin

ATP yang terdapat pada kepala jembatan penyeberangan myosin di hidrolisis menjadi ADP dan Fosfat

Hidrolisis ATP menghasilkan energi bagi kepala myosin untuk menggeser aktin

Jembatan penyeberangan menarik aktin kemudian kontak kembali dengan bagian aktiv yang lainnya.

HORMON YANG DIPRODUKSI HIPOFISE DAN ORGAN TARGETNYA

KELENJAR DAN HORMON

TARGET

HASIL

HIPOFISE ANTERIOR

HORMON PERTUMBUHAN

 

 

TIROTROPIN

 

ADRENOKORTIKOTROPIN

 

FOLIKEL STIMULATING

 

 

 

 

LUTEINIZING HORMON

 

 

PROLAKTIN

MELANOSIT

UMUM

HEPAR

TIROID

KORTEKS ADRENAL

OVARIUM

TESTIS

OVARIUM

TESTIS

KELNJEAR MAMMAE

KULIT

Pertumbuhan tulang, otot dan organ lain

Somatomedin

Pertumbuhan dan aktivitas sekretori kelenjar tiroid

Pertumbuhan dan aktivitas sekretori kelenjar adrenal

Perkembangan folikel dan sekresi estrogen

Perkembangan tubulus seminiferus dan spermatogenesis

Ovulasi, pembentukan korpus luteum, sekresi progesterone

Sekresi testoteron

Sekresi susu

Pigmentasi (?)

HIPOFISE POSTERIOR

ADH (VASOPRESIN)

 

OKSITOSIN

GINJAL

ARTERIOLE

UTERUS

PAYUDARA

Reabsorpsi air, keseimbangan cairan

Tekanan darah (?)

Kontraksi uterus

Pengeluaran air susu

 

FUNGSI SARAF KRANIAL

 

NO

SARAF KRANIAL

KOMPONEN

FUNGSI

I

OLFATORIUS

SENSORIK

Penciuman

II

OPTIKUS

SENSORIK

Penglihatan

III

OKULOMOTORIUS

MOTORIK

Mengangkat kelopak mata ke atas

Konstriksi pupil

IV

TROKLEARIS

MOTORIK

Gerakan mata ke bawah dan ke adalam

V

TRIGEMINUS

MOTORIK

SENSORIK

Otot temporalis dan maseter (menutup rahang dan mengunyah), gerakan rahang ke lateral

Kulit wajah, dua pertiga depan kulit kepala; mukosa mata, mukosa hidung dan rongga mulut, lidah dan gigi

Refleks kornea atau refleks mengedip ; komponen sensorik dibawa oleh saraf cranial V, respon motorik melalui saraf cranial VII

VI

ABDUSEN

MOTORIK

Deviasi mata ke lateral

VII

FASIALIS

MOTORIK

SENSORIK

Otot-otot ekspresi wajah termasuk otot dahi, sekeliling mata serta mulut

Lakrimasi dan salvias

Pengecapan dua pertiga depan lidah (rasa manis, asam dan asin)

VII

VESTIBULOKOKLEARIS

CABANG VESTIBULARIS

CABANG KOKLEARIS

SENSORIK

SENSORIK

 

Keseimbangan

Pendengaran

IX

GLOSOFARINGEUS

MOTORIK

SENSORIK

Faring : menelan , refleks muntah

Parotis : salivasi

Faring, lidah posterior, termasuk rasa pahit

X

VAGUS

MOTORIK

SENSORIK

Faring,laring : menelan, refleks muntah, fonasi, visera abdomen

Faring, Laring : refleks muntah, visera leher, thoraks dan abdomen

XI

ASESORIUS

MOTORIK

Otot sternokleidomastodeus dan bagian atas dari otot trapezius : pergerakan kepala dan bahu

XII

HIPOGLOSUS

MOTORIK

Pergerakan lidah

SIKLUS MENSTRUASI

 

 

HIPOTHALAMUS

FASE PROLIFERASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FASE SEKRESI

 

NIDASI TERJADI 4 – 5 HARI SETELAH FERTILISASI

HCG MERANGSANG PERTUMBUHAN KORPUS LUTEUM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SIKLUS MENSTRUASI TERBAGI DALAM 3 FASE

  • MENSTRUASI                      HARI KE 1 – 5
  • PROLIFERASI                      HARI KE 5 – 14
  • SEKRESI                               HARI KE 14 – 28

 

 

FOLIKEL DALAM OVARIUM TERDIRI DARI :

  • SEL TELUR
  • SEL TECHA
  • SEL GRANULOSA

 

PEMERIKSAAN TEST HCG (TEST KEHAMILAN) DAPAT DILAKUKAN PADA HARI KE – 4 SETELAH BERHUBUNGAN.

HCG BERTAHAN SAMPAI 3 BULAN. SETELAH 3 BULAN HASILNYA AKAN MENJADI NEGATIF PADA SAAT TEST HAMIL.

 

 

 BY . Rudi

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: